Tindak Lanjut Permentan 19/2026, BRMP Sulteng Bekali Penyuluh Morowali Strategi LTT dan Administrasi
MOROWALI – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah menggelar rapat koordinasi bersama Ketua Tim Kerja (Katimker), penyuluh CWS, dan penyuluh BPP Bungku Tengah di Kabupaten Morowali. Langkah ini diambil untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus mengonsolidasikan pelaksanaan program strategis Kementerian Pertanian di tingkat daerah.
Kegiatan ini menjadi wadah sinergi antara BRMP Sulawesi Tengah dan para penyuluh pertanian dalam mengawal kebijakan organisasi, serta memastikan program pembangunan pertanian berjalan optimal di wilayah kerja masing-masing.
Kepala Bagian Tata Usaha BRMP Sulawesi Tengah, Fujiaty, S.E., M.M., memberikan arahan terkait implementasi Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 19 Tahun 2026. Regulasi tentang Perubahan Kedua atas Permentan Nomor 02 Tahun 2025 tersebut memuat pedoman krusial terkait tata kerja organisasi dan tindak lanjut administrasi kepegawaian penyuluh.
"Pemahaman yang baik terhadap administrasi kepegawaian diharapkan dapat mendukung kelancaran pengembangan karier, serta pemenuhan hak dan kewajiban penyuluh. Dengan begitu, penyuluh dapat berfokus menjalankan tugas pendampingan secara profesional," ujar Fujiaty. Sesi ini juga diisi dengan diskusi teknis mengenai Penilaian Angka Kredit (PAK), Kenaikan Gaji Berkala (KGB), dan kelengkapan berkas pensiun.
Selain persoalan kepegawaian, pertemuan ini membedah langsung strategi percepatan program prioritas Kementan di Kabupaten Morowali. Penanggung Jawab Swasembada Pangan Kabupaten Morowali, Tina Febrianti, S.P., M.S., memaparkan sejumlah agenda strategis yang harus dikawal ketat oleh penyuluh.
Fokus pembahasan meliputi pencapaian target Luas Tambah Tanam (LTT) reguler, LTT program Pertanian Modern melalui Advanced Agricultural System (PM-AAS), rehabilitasi jaringan irigasi tersier, irigasi perpompaan, serta optimalisasi lahan rawa. Keseluruhan program ini bermuara pada peningkatan produksi guna mempercepat terwujudnya swasembada pangan.
Dalam eksekusinya, penyuluh pertanian memegang peranan vital sebagai agen informasi, pendamping teknis, dan pengawal kegiatan di lapangan. Koordinasi intensif antara BRMP Sulawesi Tengah dan BPP Bungku Tengah diharapkan mampu mengidentifikasi kendala sejak dini serta menjaga ritme kerja agar tetap sesuai target yang ditetapkan.
Melalui sinergi yang berkelanjutan, kapasitas SDM penyuluh diyakini akan semakin tangguh dalam mengawal setiap program strategis Kementerian Pertanian demi kesejahteraan masyarakat tani di Kabupaten Morowali.
Penulis: Nurmasita Ismail
Editor: Naufal Mahdi Rameda